SEMUA TAK SAMA
20 september 2018
Siapa yang tidak tau dengan legian bali.
Pusat hiburan malam yang menyuguhkan berbagai macam pelayanan. Mulai dari live music di restoran, bar, nigh club, salon, tatto studio, boutique, cenderamata, rental motor hingga pedagang kaki lima.
Memang bukan malam minggu, malam itu malam ke tiga saya menyusuri jalanan legian sekedar cuci mata meniknati rutinitas warga legian. Bule yang telanjang, mbak mbak seksi terapis salon maupun pelayan pelayan restoran ataupun penjaja cinta sesaat yang sudah umur.
Asyik menyusuri jalanan legian sambil melihat lihat barang yang mau di beli, mata saya tak sengaja melihat seorang pria yang duduk di atas motor membaca buku. saya lihat lebih seksama, ternyata buku yang di baca adalah buku tuntunan sholat yang sampulnya berwarna ungu.
Malam itu barang yang saya mau tidak saya dapatkan. Sepanjang perjalanan pulang ke hotel tempat kami menginap. berbagai pikiran singgah di otak ini.
"Waaw...keren, di tempat seperti ini ada orang fokus belajar tuntunan shalat,bagaimana bisa di tempat seperti ini masih ada orang yang tidak terpengaruh dengan hiruk pikuk canda tawa penikmat jalanan legian yang masyhur itu".
"Ah..bisa saja dia pemilik toko, atau tukang ojek atau sopir taksi yang memang sengaja menanti rejeki kemudian untuk mengisi waktunya dengan belajar" pikirku.
Mungkin jika pembaca berpikir sama dengan saya, pastilah juga akan mengira hal yang sama. Meski di temani oleh suami, Jujur setiap datang ke Bali terutama ke Legian, ada perasaan takut yang menghantui entah apalah itu.
Kembali ke pria yang tadi, Namun Dibalik ini semua saya hanya melihat kejadian yang sekilas, tidak mengenalnya dan juga tidak berinteraksi dengannya.
Walaupun begitu ada sebuah pikiran yang menjadi benang merah dalam perjalanan ini, yakni SEMUA BELUM TENTU SAMA(ds).
Mantaaaab....next...
BalasHapushttps://propolismaksiplus.weebly.com